Singgah di Penantian Panjang




Derap suara kaki itu masih terngiang-ngiang di telingaku. Seolah tertutup semua pintu ketika kau mantapkan langkahmu pergi ke tempat asing bernama kampung halaman. Meninggalkan gadismu ini sendiri di perantauan. Sepi yang entah datang darimana tiba-tiba mengoyak suka cita hingga tak tersisa. Detik yang berputar pun kian tak terdengar, tersibak begitu saja oleh ganung tangis kesedihanku. Terisak larut pada kata perpisahan yang kian jelas, kian dekat. Tiba-tiba wajah ayu beranjak sayu, rona bahagia basah saja oleh hujan airmata. Tidakkah dapat kau singgah di tempat ini untukku hingga esok menjelang, sayang?. Belum juga berkwintal-kwintal rinduku terbayar. Sebegitu singkatkah waktu yang kau punya untuk kita. Tak dapatkah kau tinggal sebentar lagi. Ahh...hiruk pikuk ratusan manusia yang berlalu lalang di kanan kiriku tampak seperti hantu gentayangan di siang bolong. Tak jua kuhiraukan barang satu pandangan. Cintakah ini yang mengubah hati jadi serapuh serpihan abu di panas kemarau? Cintakah ini yang memangkas api semangatku hingga tersisa sejengkal saja?? Aku tak mau kehilangan sosokmu dari pandanganku secepat hari ini.

Hatiku terasa carut marut bak piatu ditinggalkan sang ayah. Dunia tampak begitu abu-abu. Baru sekejap rasanya kita habiskan waktu bersama menyusuri asingnya jalan-jalan di perkotaan bawah sana. Belum juga penuh satu hari, kemudian aku harus segera kembali pada hari-hari kesepian yang tlah lama menjajah waktuku hingga hari-hari berganti minggu dan minggu-minggu segera berganti bulan. Ya. Berbulan-bulan ke depan harus kuantarkan lagi jiwaku pulang pada ranah sepi. Diam di sana untuk masa depan yang indah meski jalan sunyi mesti kutapaki sendiri seperti ini. Tanpa sosok dirimu. Kau yang selalu menyalakan apiku ketika ia padam oleh airmata. Kau yang selalu menanamkan padaku keyakinan pada kuasa Tuhan bahwa aku tak pernah berada seorang diri. Katamu kau akan selalu dan selalu memelukku dalam setiap lantunan doa-doa suci di peribadatanmu itu. 

Kuletakkan harapan-harapan terbaikku padamu. Terbaik yang pernah kuimpikan. Lamunan demi lamunan pecah sudah senada petikan dawai gitarku yang masih terus saja melagukan kita. Mengacaukan logika dan pikiranku. Tersudut di tempat ini berbisik lirih memanggil namamu. Berharap secara ajaib kau mendengarnya kemudian membalas dengan penuh cinta untuk gadismu yang dirundung duka. 

Love you in silence


12.04.2012

Menangis pada hari kemudian berteriak pada kesepian bukanlah jalan keluar untuk membunuh perasaan ini padamu.
Sedari kemarin angin malam masih terasa menusuk
Hening dalam temaram

Senandung rindumu mengalun menyusuri angin
Menyelinap dalam sajak-sajak piluku
Jejakmu masih tertinggal dalam ingatan
Gambari aku lagi lewat udara
Semoga kamu bukan hanya sekedar angan

Dalam diammu, tatap matamu, kulihat cinta
Entah mengapa hati ini berharap banyak jika aku dan kamu ‘kan menjelma kita
Tetaplah disitu jika kau benar merinduiku
Maka bersabarlah.....karena takdir tak akan pernah kejam

Dien’S


Puisi Untuk Ibu


09.12.2010
01.11 a.m.


Pada suaramu ibu...dengan bangga kukatakan bahwa engkaulah ibu terbaik
Pada namamu ibu...kuserukan pada dunia bahwa kaulah pahlawan
Demi pengorbananmu ‘kan kuperjuangkan kebahagiaanmu
Segala yg terbaik, setulus doa yang kau panjatkan
Seindah kasih yang kau curahkan
Untuk aku, anakmu...

Sujud syukurku pada-MU TUHAN...
Kau tlah kirimkan malaikat-MU untuk menjagaku
Untuk slalu mengukirkan senyuman di bibirku, setiap detik
Untuk slalu mengajarkanku bagaimana cara kembali pada-MU, kelak

Untuk cinta di setiap hela nafas
Untuk ikatan yang tak akan pernah lepas
Maka demi baktiku padamu
Selagi waktu masih kugenggam, ijinkanku ‘tuk ungkapkan betapa aku mencintaimu
Terimakasih ibu...karenamu ku ada di sini
Tanpa dirimu siapalah aku

Semoga Allah SWT selalu menyayangimu seperti kau menyayangi kami
Anak-anakmu, ibu


#mother #gift #expression #love #hero #friend

TERINGAT LALU



27112010
18.28

Aku merindukan yang lalu
Setelah apa yang terjadi, tak sadar terlintas olehku
Mungkin aku yang terlalu, terlalu merasa memiliki

Aku tak memaksa kembali, jalani apa yang kau temui
Aku akan tersenyum bangga, melihatmu bahagia di sana

Aku pun tak meminta, tapi memberi yang ada
Jangan ragu dan pilu, bahagiamu jua untukku


Masih Untukmu



28112010
19:15

Berlarilah padaku saat kau rasa semua menjauh
Jangan ragu untuk meraih tanganku
Disini aku selalu untukmu
Aku ada karena kagumku padamu

Menikmati kembali hari bersamamu
Sungguh engkau dekat, hampir tak berjarak
Merasakanmu aku senang
Tak ada bedanya jika harus berpisah sekalipun
Karena kau ada disini, di darahku

Aku sadar tak punya sesuatu yang mungkin bisa membuatmu merindukanku
Siapa aku??? Hanya seekor pungguk yang merindukan bulan
Kau terlalu indah untuk sekedar kubayangkan
Kau terlalu sempurna untuk kudamba
Biar saja rindu ini mematikanku
Aku tak peduli

#kamu