B.E.D.A

Mentari lagi merona
Pamerkan panas membakar dunia
Duniaku dan duniamu 
Yang kini kian jauh berbeda
Dulu segala cerita terbalut picisan sandiwara
Tapi semua terlepas perlahan
Terbang dengan separuh sayap bidadari

Temaram separuh lilin yang tersisa usai perjalanan itu
Jadi saksi bisu perjuanganku
Melawan derasnya arus cinta semu, cintamu
Hei kau
Ini cerita kau dan aku
Masih pantaskah kau kuperjuangkan
Rasaku tlah menguap bersama sisa air hujan
Rayuanmu! Pada sederet wanita-wanita hingga belia

Sore ini daun-daun masih berwarna hijau di ufuk pelangi
Persembahan cinta dari bumi ke angkasa tinggi
Tapi bagaimana bisa kunikmati hari, jika ragaku semacam ini
Tak ada daya upaya lagi

Isak tangis meradang menyayat sulur-sulur keyakinan
Untaian janjimu dulu telah menguap tertelan seribu bualan
Bercampur baur dengan selaksa kehancuran dan rasa tak percaya

Nama-nama itu tercatat jelas dalam kenangan
Sebagai pengingat pergulatan panjang atas nama kesetiaan
Kamu, dia, mereka
Ada juga diantaranya terabaikan

Selamat tinggal kau
Sedikitpun tentangmu tiada lagi dalam ingatan

0 comments:

Posting Komentar