Note 2

Sepatah kata, selembar harapan, aku!
Kepingan semangat berserakan di sana sini.
Belum sempat kurapikan kembali.
Sayang, tahukah kau jika duka masih menyelimutiku?
Mungkin aku yang terlalu lugu.

Sketsa kepedihan macam apa lagi yang harus kulalui...

Adakah aku pantas untukmu dengan segala yang kupunya saat ini?
Atau mungkin lebih baik berlalu saja

Bimbang masih menjadi sahabat baik
Bahkan kekasih setia di sisi lain duniaku

Mungkin benar salahku yang tak pernah mencarimu.
Tapi kaupun sama bukan?
Kita adalah kisah tak berawal.
Sketsa takdir yang manis. Demikian aku menyebutnya.

Aku tak pernah memintamu hadir. Begitupun kau, mungkin.
Jika ini adalah sebuah permainan, maka aku tak tahu aturan mainnya.
Sudahlah, lebih baik tak tahu.
Bahagia seperti ini saja sudah cukup.

Satu kali lagi kucoba menyusun kembali rasa percaya pada cinta sejati dan bahagia
Tak ingin berharap terlalu banyak tapi yang kau beri lebih dari sekedar harap.

Terasa begitu dekat aku dengan keyakinan.
Kepada lelaki manakah cinta akan terlabuhkan?

Sembari menjajaki rasa, biarlah diamku berkelana.
Tersisih di sisi hatimu pada akhirnya.

Di sini, aku masih wanita yang sama. Mencintamu penuh bak purnama.



0 comments:

Posting Komentar