Note 3

Tak lama setelah berlalumu, aku 'kan lebur menjadi abu.
Terbang terbawa angin kemarau. Tak berarti layaknya debu.

Bukan hatiku tak bersyukur atas semua, terlebih atas nikmat hidup kedua.
Coba menghitung sisa kekuatan, tak ada kudapati gambaran.

Kamu...
Sesaat kulihat senyummu, lantas ragumu di waktu yang lain.

Bisa saja kubelokkan langkah dan berlari pada putus asa.
Ah putus asa?
Bersabar padamu seperti ini terasa lebih nikmat ketimbang menyerah pada putus asa.
Jadi biarlah aku tetap tinggal.

Dan hari ini kau tampak begitu cerah. Aku suka warnamu itu.

Hai kau, mimpiku...
Terimakasih telah menjadi warna di hidupku.



0 comments:

Posting Komentar