Diam ini menyelamatkan, diam ini menenangkan
Tanganku masih dapat merasa meski jiwaku tlah sedikit mati rasa
Sekuat apa pertahananku
Berapa lama lagi ini mencapai akhirnya
Sandiwara macam apalagi harus kumainkan
Lelah aku jadi pemeran utama dalam cerita tak bahagia
Bukakan pintu itu untukku, wahai Kau penentu hidup manusia
Sampaikan pada hari esok jika aku tak ingin menemuinya lagi
Sudah kukirimkan pesan selamat tinggal
Maafkan aku tak setia, ku ingin pergi ke dalam fana
Sudah...tak perlu lagi menangisi hati
Seperti ini telah jadi makanan sehari-hari
Teman hidup hingga mati
Inginku berteriak hingga merobek langit-langit surga
Menggelegar ke dasar neraka
Harap lenyap dalam puing tak berarti
Terluka dalam robekan seribu belati
Sakit tersiksa luka menganga
Hanya merangkak tanpa arah. Kenapa?
Karena tlah kucoba berjalan tapi tak bisa
Hentian...aku merinduimu
0 comments:
Posting Komentar